HadiahCp

My Journey Pemakan Segala, Traveling Lovers & Photographolic

Setelah batas waktu penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi yang berakhir 31 Maret 2012 terlewati, sekarang mungkin Anda dan saya (Maklum masih kerja di konsultan Pajak) lagi mumet ngisi SPT Tahunan PPh Badan yang batas waktu terakhirnya 30 April 2012. Ngak usah panik kalo kita Pusing, karena konon memang banyak orang pusing waktu liat formulir 1771 yang tebalnya mencapai 25 halaman tersebut. Jadi tenang saja, karena temennya yang sama-sama pusing banyak. 
SPT PPh Badan untuk tahun pajak 2010 memang lebih tebal dari tahun-tahun sebelumnya karena banyak lampiran-lampiran yang disertakan. Lampiran tersebut sebenarnya kadang spesifik untuk Wajib Pajak dengan kriteria tertentu, misalnya ada lampiran untuk Wajib Pajak yang mengadakan transaksi dengan penduduk negara tax haven, ada lampiran untuk kompensasi kerugian, ada yang untuk transaksi dengan pihak yang memiliki hubungan istimewa, macem-macem. Padahal belum tentu Perusahaan kita (Amiin, semoga saya bisa punya perusahaan) termasuk dalam kriteria itu.
Seharusnya pusing kita berkurang dengan tulisan di atas, karena artinya ngak semua halaman harus anda isi. 
Tapi kalo masih tetep mumet, monggo diikuti langkah-langkah dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan berikut ini:
  1. Siapkan Bukti Pemotongan/Pemungutan Pajak oleh Pihak Ketiga, Laporan Keuangan dan Rincian Daftar Penyusutan/Amortisasi
     
    Bukti potong/pungut adalah pajak yang sudah dipotong/dipungut oleh lawan transaksi sampeyan selama tahun 2010, bisa mengurangi pajak yang harus dibayar. Laporan keuangan yang harus disiapkan minimal ada dua, yaitu Laporan Laba/Rugi dan Neraca. Sedangkan rincian daftar penyusutan/amortisasi bisa diliat bentuknya di lampiran 1-A SPT Tahunan PPh Badan yang sudah diambil di kantor pajak, kalo ngak salah di lembar sembilan.
    Kalo bingung dengan jenis aset  masuk kelompok yang mana bisa diliat lampiran Keputusan Menteri Keuangan No 96/PMK.03/2009 .
  2. Mengisi Rincian Kredit Pajak Dalam Negeri
     
    Silakan buka Lampiran III SPT 1771 yang ada di lembar kelima. Masukkan rincian daftar bukti potong/pungut dari pihak ketiga, lalu hitung total jumlahnya.

Kalo ngak ada?
Ya ngak usah diisi.
Kalo ngak cukup?
Anda boleh membuat sendiri dengan bentuk seperti yang ada di situ.
  • Mengisi Rincian Harga Pokok Penjualan dan Biaya Usaha
     
    Silakan dibuka Lampiran II SPT 1771 yang ada di lembar keempat. Masukkan rincian harga pokok penjualan dan rincian biaya yang ada di laporan keuangan ke kolom-kolom yang ada di situ. Pilih yang jenis biayanya sama atau minimal mendekati perincian di kolom 2. Kalo misalnya biaya  ternyata ngak ada di rincian tersebut, monggo diisi di angka 11 (biaya lainnya).
    Setelah dimasukkan semua silakan dijumlah totalnya pada angka 14 serta kolom 3,4,5, dan 6.

  • Mengisi Penghitungan Penghasilan Netto Fiskal
     
    Monggo dibuka Lampiran I SPT 1771 yang ada di lembar ketiga. Masukkan jumlah peredaran usaha alias omset yang ada di laporan keuangan, juga harga pokok penjualan serta biaya-biaya yang tadi sudah dihitung di Lampiran II.

  • Masukkan juga koreksi fiskal apabila ada pengakuan penghasilan dan biaya pada laporan keuangan komersial yang berbeda dari laporan keuangan fiskal.
    Berbeda gimana maksudnya?
    Misalnya sampeyan liat di angka 5 (penyesuaian fiskal positif), biaya yang dibebankan untuk kepentingan pemegang saham mungkin diakui di laporan keuangan sampeyan, tapi menurut orang pajek ngak boleh, maka harus dikoreksi.
    Setelah itu silakan ditung-itung sampe ketemu penghasilan netto fiskal di angka 8.
  • Mengisi Induk SPT PPh Badan
     
    Selesai mengisi lampiran-lampiran sekarang waktunya ngisi Induk SPT alias halaman terdepan SPT PPh Badan. Penghasilan neto fiskal silakan diisi dengan hasil penghitungan yang sudah sampeyan lakukan di lampiran I.

  • PPh terutang yang di angka 4 dicontreng yang mana?
    Untuk omset di atas 50 miliar pilih huruf a, untuk perseroan terbuka yang minimal 40% sahamnya dijual di bursa efek Indonesia pilih huruf b, sedangkan yang omsetnya “cuma” sampe 50 miliar pilih huruf c.
    Jangan lupa masukkan total kredit pajak dari lampiran III dan PPh pasal 25 yang sudah sampeyan bayar tiap bulan pada angka 8 dan 10. Setelah ketemu jumlah PPh yang kurang dibayar silakan disetor ke kantor pos atau bank persepsi terdekat.
    Kayaknya di tempat saya ndak ada bank yang namanya persepsi, jadi gimana?
    Bank persepsi itu maksudnya bank-bank yang menerima pembayaran pajek! 
    Jangan lupa diisi juga penghitungan angsuran PPh Pasal 25 tahun berikutnya yang ada di lembar kedua SPT PPh Badan, setelah itu tandatangan dan kasih stempel perusahaan.
    Sudah selesai pengisiannya?
    Belum, sekarang tinggal ngisi remeh-temeh yang ada di lampiran SPT PPh Badan, antara lain:
    1. Lampiran 1771 – IV (Objek PPh Final dan Non Objek Pajak)
      Diisi kalo perusahaan sampeyan memperoleh penghasilan yang dipotong PPh final dan penghasilan yang ndak termasuk objek pajak.
    2. Lampiran 1771 – V (Daftar Pemegang Saham dan Pengurus/Komisaris)
      Ini termasuk lampiran yang wajib diisi, berupa daftar pemegang saham beserta jumlah dividen yang dibagikan, serta daftar pengurus dan komisaris.
    3. Lampiran Khusus 8A (Transkrip Laporan Keuangan)
      Ini juga wajib diisi, letaknya di bagian belakang, mulai lembar 18 sampe 25. Sampeyan liat di pojok atas kiri, di situ ditulis jenis-jenis usaha mulai dari perusahaan manufaktur sampai perusahaan pembiayaan. Isi lampiran yang sesuai dengan jenis usaha.
      Diisi apa?
      Silakan dimasukkan isi Neraca dari laporan keuangan sampeyan ke bagian I dan Laporan Laba Rugi ke bagian II.
    Lampiran lainnya ndak perlu diisi?
    Kalo isi SPT tahunan lebih ruwet dari yang di atas, saya asumsikan anda sudah punya staf khusus buat ngurusi pajek atau minimal ada konsultan yang sudah megang. 
    Sekarang SPT Tahunan PPh Badan siap dimasukkan ke amplop untuk dilaporkan ke kantor pajek terdekat. Atau kalo males bisa dimasukkan ke dropbox pajak terdekat, bisa juga lewat pos kilat khusus atau jasa kurir macem Tiki dan kawan-kawannya.
    Semoga membantu, apabila ada yang masih kurang jelas silakan dibaca-baca lagi buku petunjuk yang ada atau hubungi account representative di kantor pajek tempat Anda terdaftar.

     

    Uncategorized

    Tinggalkan komentar »

    Nov 12

    Tabel Tarif Pajak & Rate PTKP

    Berikut ini tabel tarif pajak PPh Pasal 17 serta besarnya PTKP

     (Penghasilan Tidak Kena Pajak) untuk tahun pajak 2010 dan 2011
    1.Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri
    Lapisan Penghasilan Kena Pajak
    Tarif Pajak
    Sampai dengan Rp. 50.000.000,-
    5%
    Diatas Rp. 50.000.000,- sampai dengan Rp. 250.000.000,-
    15%
    Diatas Rp. 250.000.000,- sampai dengan Rp. 500.000.000,-
    25%
    Diatas Rp. 500.000.000,-
    30%
    Tarif Deviden
    10%
    Tidak memiliki NPWP (Untuk PPh Pasal 21)
    20% lebih tinggi dari tarif normal
    Tidak mempunyai NPWP untuk yang dipungut /potong(Untuk PPh Pasal 23)
    100% lebih tinggi dari tarif normal
    2. Wajib Pajak Badan dalam negeri dan Bentuk Usaha Tetap
    Tahun
    Tarif Pajak
    2009
    28%
    2010 dan selanjutnya
    25%
    PT yang 40% sahamnya diperdagangkan di bursa efek
    5% lebih rendah dari yang seharusnya
    Peredaran bruto sampai dengan Rp. 50.000.000.000
    Pengurangan 50% dari yang seharusnya
    3. Penghasilan Tidak Kena Pajak
    No
    Keterangan
    Setahun
    1.
    Diri Wajib Pajak Orang Pribadi
    Rp. 15.840.000,-
    2.
    Tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin
    Rp. 1.320.000,-
    3.
    Tambahan untuk seorang istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.
    Rp. 15.840.000,-
    4.
    Tambahan untuk setiap anggota keturunan sedarah semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang diatnggung sepenuhnya , maksimal 3 orang untuk setiap keluarga
    Rp. 1.320.000,-
    4. Tambahan tarif Lainnya
    Tarif Pajak Pertambahan Nilai adalah = 10 %
    Tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah adalah
    Paling rendah = 10 %
    Paling tinggi = 200 %
    Atas ekspor barang kena pajak = 0 %

    Uncategorized

    Tinggalkan komentar »

    Nov 12

    Surat Usang

    • Kutulis surat usang ini untukmu duhai hati yang sedang bersedih. Untuk hati yang jerih bercinta lagi. Demi hati yang sering merasa sendiri. Hati dari seseorang yang baru bisa didekati setelah lama hanya bisa bermimpi. Ah, aku tidaklah pandai merayu. Tidakpula pandai menghiburmu. Karena aku tahu aku hanyalah seorang asing. Asing yang tidak pandai berkata-kata dan mengusapkan jarinya untuk menghapus air matamu. Maka sungguh pandanglah surat ini sebagai penebus. Penebus? Ya penebus akan ketidak mampuanku. Penebus akan absensi ku. Penebus akan fakta bahwa aku hanya mampu memberikan berderet-deret tulisan tanpa kehadiran langsung ragaku.

      Duhai hati. Aku bertanya kepadamu yang sedang bersedih. Bersedih akan kehilangan. Kehilangan dirinya. Yah aku tahu fakta yang membuat air mata itu menggenang di pelupuk matamu. Aku disini bukanlah untuk mengukur dan menebak seberapa dalam kesedihanmu. Sungguh aku tidaklah mampu mengukur itu. Seberapa hebatnya aku dalam ilmu ukur sekalipun aku tetaplah tidak mampu. Aku hanya ingin mengingatkan sesuatu kepadamu. Tentang suatu hal yang dinamakan siklus. Perputaran kehidupan. Dua sisi yang berlawananan. Sama seperti gelap melawan terang. Maka sisi-sisi itu akanlah selalu ada. Berulang-ulang terjadi silih berganti. Maka izinkanlah untuk kali ini aku sedikit bercerita. Bercerita untuk mu. Bercerita tentang datang dan pergi.

      Tahukah kamu bahwa suka atau tidak, cepat atau lambat, maka kita selalu mendapatkan kebalikan dari apa yang
      kita punya. Semua hal dalam hidup yang singkat ini hanyalah berdasarkan hukum itu. Cantik dan buruk rupa. Kaya dan miskin harta. Pandai dan bebal otaknya. Hukum itulah yang selalu didengungkan oleh berbagai pujangga dari zaman lama. Aku tahu ini lagu tua, seringkali kau dengar pula. Tapi apakah kau sadar wahai hati? Bahwa itu juga terjadi untuk pergi dan terganti kedatangan baru lagi. Kita sering kali (atau malah selalu) bersedih karena kehilangan dan kepergian. Yah aku tahu itu, sangat paham malah. Bukankah selalu menyakitkan kehilangan orang yang telah datang dan memberi warna dalam hidup ini. Selalu mengiris saat tahu bahwa tiba-tiba mereka telah pergi. Terkadang malah tanpa alasan sama sekali. Laksana penyulap yang tiba-tiba mengeluarkan merpati dari saputangannya. Begitu pula kepergian itu, terjadi begitu saja layaknya sulap biasa. Tapi aku mau engkau mengingat wahai hati, ingatlah satu hal dari pertanyaan ku ini. Saat sesuatu itu datang dan berada di genggaman, apakah itu datang dengan suatu alasan? Orang cerdik pandai sering membantah dan menjawab dengan pongahnya, “iya saya dapatkan itu dengan usaha dan tenaga. Jadi wajarlah pula sesuatu itu datang kepadaku!”

      Tapi lupakah kita bahwa adakalanya kita mendapatkan suatu hal tanpa alasan sama sekali. Ambil contoh dalam hal jatuh cinta. Iya cinta yang berbait-bait ditembangkan, ditulis dalam manuskrip-manuskrip tua, menciptakan pujangga-pujangga abadi sepangjang massa. Apakah cinta itu datang dengan alasan? Mungkin engkau ingin meniru kata-kata orang yang mengatakan, iya aku cinta dia karena fisiknya yang menarik. Atau karena kepandaiannya. Atau pula malah karena kebaikannya. Tapi apakah engkau lupa satu hal? Apakah hatimu benar-benar bisa mendeskripsikan kenapa engkau jatuh cinta dengannya? Sadarkah engkau, bahwa terlepas dari kebaikan, kepandaian, fisiknya maka engkau merasa jatuh cinta kepadanya karena sesuatu hal yang tidak bisa dimengerti. Tiba-tiba saja kok bisa engkau tersipu malu hanya dengan mengingat namanya? Bagaimana bisa engkau memangkukan tangan terpana hanya karena melihat sosoknya dari kejauhan saja? Bagaimana bisa engkau sumringah, buncah oleh perasaan bahagia hanya karena satu dua katanya dalam pesan singkat yang baru saja engkau terima darinya? Apakah engkau sungguh mengerti kenapa engkau bisa bertingkah ganjil seperti itu?

      Aku yakin seyakin-yakinnya. Bahwa engkau tidak tahu alasan itu. Yang engkau tahu hanyalah bahwa engkau sedang jatuh cinta. Tanpa alasan tiba-tiba saja datang hinggap dan membelit erat sebegitu kuatnya. Tidak percaya? Duhai hati lihat lah baik-baik ke zaman-zaman dibelakangmu. Apakah engkau bisa menghitung berapa juta arti, berapa juta larik puisi, berapa juta catatan torehan hati yang menyangkut akan jatuh cinta dari berbagai filsuf, pujangga, ilmuwan, raja, sufi bahkan orang miskin hina sekalipun. Semuanya mendeskripsikan kenapa jatuh cinta dengan bahasanya sendiri-sendiri dan bagaimana bisa hal itu terjadi? Karena semua orang tidak pernah tahu alasan jatuh cinta. Mereka hanya tahu dan menikmati kedatangannya. Tidak lebih. Tidak kurang.

      Nah satu hal yang harus engkau ingat adalah satu fakta bahwa kedatangan jatuh cinta itu akan dipisahkan oleh
      kepergian. Dan sebagaimana hal yang terjadi dengan kedatangan jatuh cinta. Maka alasan kepergiannya pun tidak dimengerti. Ah, disini aku tidak mau berdebat tentang apa alasan kepergian itu (toh bisa saja karena sakit, khianat murah karena tergoda “barang” lain yang lebih terlihat mulus rupa, atau malah karena kesepakatan tertentu..seribu satu alasan ada untuk itu). Aku hanya ingin engkau mencoba ingat lagi. Ingat bahwa datang itu pasti disusul oleh pergi (dan pergipun akan disusul lagi oleh datang yang baru lagu). Sama sederhananya seperti bayi yang pastinya akan berubah menjadi dewasa dan mati (bahkan manusia pun datang dan akhirnya pergi bukan?). Ingatlah satu hal bahwa, HAL ITU TIDAKLAH TERELAKKAN. Pasti terjadi! Pasti menghantam diri. Dan sungguh, sungguh aku tidak mau berdebat akan alasan itu terjadi. Aku hanya ingin mengingatkan bahwa, sebagaimana kita menikmati suatu kedatangan (mempestakannya malah) maka nikmati pula kepergian. Nikmatilah dengan cara yang sama tapi sedikit berbeda seperti kedatangan. Satu cara yang diajarkan oleh pak haji di televisi, ikhlas saja itulah kuncinya.

      Ingatlah bahwa engkau selalu ikhlas akan kedatangan sesuatu yang baik bukan? Entahlah apakah itu kedatangan
      nasib baik, kedatangan harta, atau kedatangan orang yang dicinta sekalipun. Engkau ikhlas akan kedatangannya. Dan bersuka ria. Maka ingatlah bahwa engkau pun harus ikhlas akan kepergian. Entahlah apakah itu kepergian nasib buruk, kepergian harta, atau kepergian orang yang dicinta sekalipun. Engkau ikhlas akan kedatangannya. Dan sedikit berbeda dengan kedatangan, maka engkau tidaklah bersuka ria, tetapi mafhum dan menyadari bahwa waktu kepergian memang sudah tiba. Waktu untuk kepergian dan melepas. Melepas sesuatu yang memang bukan milik kita (karena bukankah faktanya semua hanya titipan_Nya? Jadi bagaimana pula kita bisa mengeluh untuk semua hal yang jelas-jelas bukan milik kita?).

      Aku ingin engkau percaya bahwa hal itu sesederhana ini. S-E-D-E-R-H-A-N-A. Hati kitalah yang memperumitnya. Memperumit dengan suatu bantahan yang selalu keluar, bantahan yang intinya menyangkal bahwa kepergian itu terjadi. Kenapa? Bagaimana bisa? Apa yang salah? Sungguh duhai hati. Tidak ada alasan lebih. Tidak ada pula ada yang salah. Sesungguhnya semua terjadi karena memang sudah waktunya. Memang waktunya bahwa pergi itu akan datang. Maka bersyukurlah, berdoalah, mintalah kekuatan dari_Nya dan relakanlah. Karena waktunya memang sudah tiba. Waktu untuk kepergian itu datang memangku jiwa.

      Maka percayalah wahai hati yang bersedih. Yakinlah duhai hati yang sering merasa sendiri. Relakanlah oh hati yang jerih untuk bercinta lagi. Bahwa siklus itu selalu terjadi, berkebalikan. Dua sisi yang selalu berlawanan tapi pasti terjadi. Ingatlah bahwa hal itulah yang sesungguhnya menempa kita. Mengajarkan kepada kita arti untuk memperbaiki diri, mengajarkan kita kepada arti untuk selalu meresapi moment-moment yang terjadi, menikmati tiap detiknya, dan tidak menyia-nyiakannya. Karena cepat ataupun lambat maka itu akan terjadi. Terus berputar seperti roda pedati. Pesanku hanya satu wahai hati kecil yang sedang bersedih, saat sesuatu itu datang maka nikmatilah sebenar-benarnya. Syukuri semuanya. Karena engkau harus tahu bahwa sesuatu itu akan pergi juga akhirnya. Dan saat pergi itu datang wahai hati kecil yang sedang bersedih, maka relakanlah hal itu. Sunggingkan senyum dan yakinlah bahwa kepergian itu nanti akan digantikan oleh_Nya dengan suatu kedatangan kembali. Kedatangan yang jauh lebh indah dari awalnya. Jauh lebih berarti dari awal mula. Karena bukankah siklus itu selalu terulang. Beratus-ratus kali sampai kita tua dan mati. Jadi percayalah. Yakinlah. Tersenyumlah.

      Yakinlah pula bahwa tuhan selalu tersenyum dengan caranya kepada kita. Mempersiapkan segala yang kita butuhkan dengan misteriusnya jalanNya. Jadi sekali-sekali wahai hati berhentilah bertanya, terimalah dengan lapang dada. Bersiaplah untuk rencana baru yang dipersiapkan oleh_Nya. Karena aku yakin, bahwa Dia tidak akan mempersiapkan hal yang buruk untuk makhlukNya, semuanya indah walau kita tidaklah tahu jelas jalan pikiranNya. Berhentilah bersedih. Semoga tulisan sederhana ini membuatmu bersemangat kembali. Sampai tua dan akhirnya juga “pergi”.Hanya inilah tulisan untuk mu wahai hati kecil, smoga bisa menebus keterbatasanku selama ini. Kelalaianku karena tida k bisa sering bersamamu. Izinkan untuk sementara tulisan ini menghiburmu. Sampai aku benar-benar bisa datang untukmu. Nanti saat takdir akan kedatanganku kembali dan ingat, ingatlah bahwa engkau sama sekali tidaklah sendiri. Sampai nanti wahai hati, sampai kita berjumpa kembali.

    Uncategorized

    Tinggalkan komentar »

    Nov 12

    Stand Up Comedy merebak bak jamur akhir-akhir ini di Indonesia.
    Sebuah jenis pertunjukan komedi  yang mengetengahkan konsep
    penampilan tunggal oleh pemain yang dijuluki comic. Pertunjukan
    Stand up Comedy pada mulanya berkembang di eropa dan amerikapada
    abad ke-18 atau 19. Awalnya pertunjukan ini dipertunjukkan
    di aula pertunjukan musik. Pada tahun 1979 di Inggris
    terbentuk sebuah kelompok Stand up Comedy gaya amerika
    pertama yang didirikan oleh Peter Rosengard. Seiring dengan
    dibentuknya kelompok ini kemudian mulai bermunculan kelompok
    -kelompok Stand up Comedyi sejenis di berbagai penjuru dunia
    yang kemudian semakin menancapkan eksistensinya.
    Seiring berjalannya waktu komunitas-komunitas dan pertunjukan
    Stand up Comedymenyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia.
    Di kawasan asia banyak comic-comicterkenal yang muncul dari seni
    Stand up Comedy ini, contohnya Akmal Saleh dari Malaysia,
    Paul Ogata dari Singapura, Johny Lever dari India, Dany Cho
    dari Korea Selatan, serta di Indonesia baru-baru ini muncul
    nama-nama seperti Butet Kertaradjasa, Pepeng, Taufik Savalas,
    Pandji Pragiwaksono, Raditya Dika, dan lain-lain.
     
    Comic menampilkan stand up comedy dengan teknik penyampaian
    cerita humor ataujokes secara one-liner atau cerita yang
    terdiri dari beberapa kalimat, biasanya dua sampai tiga kalimat
    singkat yang terdiri dari beberapa premis. Premis ini terdiri
    dari Setupdan Punchline. Setup merupakan premis yang merupakan
    ungkapan atas situasi yang dapat diterima oleh penonton atau
    fenomena dari kebiasaan sehari-hari, sedangkanpunchline
    merupakan bagian yang menciptakan dampak kelucuan dari premis sebelumnya, dengan cara mematahkan konsep premis setup
    sebelumnya dengan premis lain yang berlawanan atau tidak
    sejalan dengan premis setup.
    Contoh:  “I don’t smoke, i don’t drink, i don’t  snort,
    and i don’t a gamble. I do lie a little bit through”
                   “Im not an actor. But i play one on TV.”
     
    Contoh pertama “I don’t smoke, i don’t drink, i don’t  snort,
    and i don’t a gamble.” Kalimat ini merupakan setup dari premis tersebut. kemudian dipatahkan melalui Punchline “I do lie a
    little bit through”. Comic  bercerita bahwa ia tidak melakukan
    di premis pertama, tetapi di premis kedua ia mengatakan bahwa
    ia berbohong atasnya. Dengan dipatahkannya premis pertama di
    premis kedua maka muncullah kelucuan.
    Contoh kedua “Im not an actor. But i play one on TV.” Premis
    pertama “Im not an actor” masih dapat diterima penonton , tetapi
    hal itu kemudian dipatahkan di premis kedua dengan  “But i play
    one on TV” kalimat ini mengandung kelucuanDi kalimat sebelumnya
    ia mengatakan bahwa ia bukan seorang aktor, tetapi ia pernah
    bermain sandiwara sekali di sebuah televisi.Lantas apakah premis pertama masih bisa dibuktikan kebenarannya? Disanalah letak kelucuannya.
    Contoh lain dapat kita lihat pada konten humor stand up comedy
    Ryan Adriandhy, pemenang pertama kompetisi stand up comedy di
    salah satu stasiun TV swasta indonesia, pada penampilannya di
    grand final kompetisi tersebut.Ia sempat membahas rahasia
    keapikan konten humor yang tercipta lewat stand up comedy-nya.
    Gue ga mau fitness karena ga mau mandi bareng cowok-cowok
    lain……. Gue takut suka“, begitulah kalimat humor ryan
    dalam penampilannya. Dalam kalimat ini “Gue ga mau fitness
    karena ga mau mandi bareng cowok-cowok lain” merupakan setup
    dari premis utama dan “Gue takut suka” merupakan bagian
    kelucuannya (punchline). Dalam premis setup humor ini, konteks
    kalimat masih dapat diterima penonton karena alasannya masih
    logis. Kemudian di premis berikutnya ia mematahkan premis
    pertama dengan ungkapan yang menimbulka efek lucu karena
    ungkapan “gue takut suka” yang pada dasarnya menyimpang
    dari kenyataan yang lazim ditemui di masyarakat.
    Humor verbal pada dasarnya merupakan suatu bentuk permainan
    kata atau permainan bahasa.Hal ini dapat diteliti seacara
    linguistik sebagai salah satu cabang  ilmu yang meneliti
    fenomena kebahasaan. Linguistik memiliki banyak anak cabang
    ilmu yang dari kesemuanya dapat menciptakan suatu bentuk
    humor verbal jika penggunaannya tidak pada tempat semestinya.
    Fonologi sebagai ilmu bahasa yang menyibukkan diri dengan
    satuan terkecil kebahasaan, yakni bunyi. Satuan bunyi
    terkecil yang disebut dengan fonem merupakan bagian yang
    menciptakan bunyi-bunyi yang kemudian kita kenal dengan
    susunan alfabet. Lewat teori ini bisa muncul humor verbal
    seperti kesalahan pengucapan yang sebenarnya juga merupakan
    wilayah psikolinguistik.
    Morfologi sebagai ilmu yang menyibukkan diri dengan pembentukan
    kata juga dapat menjadi bahan humor verbal. Kesalahan pengucapan
    kata atau sering dinamakan “keseleo lidat” atau salah ucap bisa
    menjadi bahan humor. Seperti kata salah ucap yang sempat
    dilakukan oleh salah satu pembaca berita yang ingin mengatakan “perjumpaan di studio metro TV”, namun terucap olehnya “di
    studio “metro mini””. Kata metro mini memiliki makna yang tentu
    berbeda sekali dengan metro TV. Lantas hal ini dapat memunculkan kelucuan. Konteks perbedaan makna tadi sebenarnya merupakan
    kajian semantik, yakni cabang ilmu bahasa yang mempelajari
    tentang makna tanda kebahasaan. Namun wilayah yang disoroti
    adalah wilayah kata yang notabene wilayah morfologi.
    Cabang linguistik lain yang juga berpotensi memunculkan humor
    verbal adalah Pragmatik, sebuah ilmu yang mempelajari hubungan
    suatu tanda kebahasaan didasarkan pada konteks pemakaian,
    fungsi dan makna yang ditimbulkan. Pragmatik dan Semantik
    masih memiliki ruang lingkup wilayah kajian yang hampir sama,
    namun memiliki perbedaan mendasar yang bisa memisahkan jarak
    kedua ilmu ini.Geoffrey Leech membedakan kedua bidang ini
    dengan batasan bahwa semantik sebagai kajian yang dyadic dan mendefinisikan makna sebagai satuan ciri-ciri tertentu suatu
    bahasa dan terpisah dari cara penggunaannya lewat penutur,
    petutur, dan konteks, sedangkan pragmatik sebagai kajian
    triadic dan membahas makna yang timbul dari suatu tanda
    kebahasaan lewat konteks penggunaan bahasa oleh penutur
    dan petuturnya.
    Contoh materi one-liner  diatas merupakan suatu contoh
    penerapan konsep pragmatik kebahasaan, dimana premis-premis
    yang tersusun menciptakan suatu kesinambungan tetapi makna
    yang timbul saling bertentangan dan hal ini hanya dapat
    dipahami secara pragmatik. Ketika mendengar premis pertama,
    pendengar akan memiliki konsep presuposisi (praduga) yang
    lazim sesuai dengan kalimat tersebut serta masih dapat
    diterima. Namun pada premis yang mengandung punchline konteks
    tersebut dibalikkan dan  melanggar maksim relevansi serta
    presuposisi yang ternyata tidak terbukti benar secara utuh.
    Nah, pelanggaran inilah yang kemudian memunculkan kelucuan.
    Fenomena-fenomena yang lazim terjadi di masyarakat sering
    kali menjadi bahan paracomic untuk suguhan humornya.
    Seperti yang dilakukan raditya dika dalam salah satu
    kesempatan stand up comedy-nya. Berkut saya berikan
    transkripsinya:
     “Gue paling ga ngerti dengan Sm*sh terus terang,
    pertama kali gue ngelihat sm*sh, ada tujuh orang
    laki-laki, ya semi laki-laki, dia nyanyi-nyanyi
    kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada kamu, lo jangan
    -jangan hepatitis! gitu gue pikir jangan jangan,
    kenapa ginjalku berdarah, kenapa paru-paruku basah,
    gue ga tau..!!! gue ga tau kenapa! Dan yang paling
    gue sebelin yah, baju mereka tuh ada yang belahan
    dadanya sampai sini (sambil menunjukkan bagian bawah
    dada), ada yang udah lihat video klipnya ga? kenapa
    hatiku cenat-cenut, belahan dadanya sampai sini.
    Lo mau nyanyi apa “menyusui” sebenarnya ga tau!……
    Banyak band indonesia yang gue ga ngerti nama bandnya
    juga udah aneh-aneh. Ada nama band indonesia yang
    namanya Hijau Daun, ada band jazz lain yang namanya
    Klorofil. Mungkin mereka manggung satu panggung jadinya Oksigen. Lihat!!! Mereka berfotosintesis!
    Premis-premis yang tersusun diatas mampu menciptakan gelak
    tawa penonton yang  melihatnya. Secara pragmatik, premis
    diatas merupakan bentuk humor yang tercipta karena penggunaan
    fenomena bahasa sesuai dengan situasi kondisi namun saling
    bertentangan dengan kelaziman fungsi yang terkandung didalamnya.
    Bagian pertama ketika Raditya Dika menciptakan humor lewat
    candaan lirik lagu smash. Disana lirik lagunya berisi
    “kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada kamu”, dipelesetkan
    oleh dika dengan menduga personil smash ini terkena penyakit
    hepatitis dikarenakan hatinya sering cenat-cenut. Konteks ini
    tentu sudah berbeda.  Lirik lagu smash tersebut bukanlah mengacu
    kepada sebuah penyakit, namun oleh Dika dihubungkan dengan
    konteks penyakit, karena masih adanya persinggungan makna antara
    kata yang digunakan, yakni cenat-cenut di hati, lantas penyakit
    yang sering timbul di bagian hati adalah hepatitis. Maka,
    terciptalah humor. Kualitas humor kemudian dinaikkan ketika
    ia memberi pernyataan atas tanggapan lirik tersebut dengan
    “kenapa ginjalku berdarah? kenapa paru-paruku basah?” dua
    pertanyaan ini masih memiliki hubungan dengan premis awal dan
    berfungsi untuk menambah rasa humor dari presmis yang ia gunakan.
    Premis berikutnya adalah baju. Dika menyinggung personil smash
    yang suka berpakaian dengan belahan dada yang terbuka lebar
    sehingga menampakkan belahan dada. Ia kemudian menghubungkan
    konteks ini dengan menyusui, karena biasanya ibu yang menyusui
    membuka salah satu bagian dada pakaian mereka agar dapat
    menyusui anaknya. Permainan pragmatis kembali digunakan dika
    disini, dimana konteks trend pakaian personil smash dan kebiasaan
    ibu menyusui yang memberlakukan pakaian mereka ketika menyusui didudukkan dalam satu wilayah makna pragmatis yang sama.
    Premis berikutnya adalah nama kelompok musik. Dika menekankan
    lagi permainan semantik (makna) disini, ketika ia menyebutkan
    ada band yang bernama Hijau Daun, disisi lain ada band yang
    bernama Klorofil. Kedua nama band ini berhubungan dengan ilmu
    biologi. Kemudian ia mempelesetkannya dengan proses fotosintesis
    yang mungkin muncul jika kedua band ini manggung bersama.
    Seperti diketahui bahwa proses fotosintesis terbentuk
    dikarenakan adanya proses yang dibentuk oleh cahaya matahari
    dengan air dan karbondioksida yang kemudian membentuk klorofil
    dan energi. Nah, proses ini yang kemudian disamakan Dika dengan
    kedua kelompok musik ini jika seandainya kedua band ini manggung bersama di satu panggung dan kemudian akan terjadi proses
    fotosintesis. Kelucuan muncul karena makna pragmatis premis
    tersebut tidak mungkin terjadi, namun karena memiliki kesamaan
    dalam nama maka ia membuatnya seolah menjadi mungkin.Sehingga terjadilah kelucuan.
    Semua jenis humor yang sering dilontarkan para komedian, comic,
    pembaca berita atau bahkan sahabat anda ketika berhasil membuat
    tertawa para pendengarnya diakibatkan oleh humor yang terbentuk
    sebagai akibat pelesetan fungsi bahasa. Permainan kata dan
    bahasa yang tidak lazim mampu menciptakan situasi yang
    mengundang gelak tawa karena ketidaksesuaian konten yang
    dibicarakan terhadap apa yang biasanya terjadi dalam fenomena
    kehidupan sehari-hari. Semakin jelaslah kiranya besarnya fungsi
    bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisa dibayangkan bagaimana seandainya bahasa tidak pernah ada, apakah kita masih  mengenal tertawa? masih adakah esensi hidup jika bahasa tak pernah ada?
    “Gott gab uns die Sprache, damit wir aneinander vorbeireden koennen
    (Tuhan memberi kita bahasa agar kita dapat berbicara satu sama lain)
    Re-Posting from My Blog
    hadiahcp.co.cc
    My Facebook
    Hadiah Turrohmah
    My Twitter
    @hadiahcp

    Uncategorized

    Tinggalkan komentar »

    Nov 12

    Happy New Year 2012

    Ngak berasa tahun 2011 akan berganti seiring detik jam yang perlahan tapi pasti menggusur tahun lama dan bersiap menyambut tahun baru….

    Seribu kenangan Indah….
    Seribu Duka…..
    Seribu cerita…..
    telah terangkum dalam 356 episode sinetron kehidupan yang berjudul “2011”
    Segudang duka yang tak terlupa namun segudang kenangan Indah yang mampu membuatku lebih tegar dan kuat dalam menjalani hidup….
    ya Allah ya Rabb, Thanks for my wonderfull life….
    I believe I always under God’s protection, and god is always easier at every step of the way toward kindness,  when I am weak, God gave me strength when I tejatuh the gods provide assistance through the helping hand of peoplewho wished……
    Di penghujung tahun 2011 ini ada sedikit kebanggaan karena hampir semua resolusi tahun lalu dapat aku penuhi namun ada beberapa resolusi yang belum sempat aku wujudkan…..
    Resolusiku tahun lalu….
    1. Lulus Sekolah dengan nilai yang memuaskan
    2. Wajib melanjutkan Kuliah walau banyak halangan membentang
     
    3. Kerja untuk meringankan beban Orang Tua
    4. Menambah koleksi buku bacaan minimal per bulan 1 buku
     
    5. Punya Laptop atau Notebook atau Komputer…..
    6. Bisa beliin Kakekku tercinta sesuatu dengan hasil jerih payahku sendiri…..
    7. Membahagiakan Keluarga
    Dan result dari hasil resolusi itu adalah…….
    1. Pada tanggal 16 Mei 2011 Aku LULUS UAN dengan nilai rata-rata 8,8
    cukup membanggakan…..
    2. Dengan banyak Motivasi yang diberikan akhirnya aku dapat melanjutkan pendidikan ke STMIK Indonesia
    3. Alhamdulillah yah, aku diterima kerja sesuai dengan bidang yang aku pelajari selama ini jadi selain bekerja aku bisa meimplementasikan apa yang aku dapat di sekolah dan langsung mempraktekan segala Ilmu yang didapat….. Sekolah Jurusan Akuntansi, Kuliah Jurusan S1 Sistem Infomasi konsenntrasi Komputerisasi Akuntansi dan sekaranng pun Kerja di Consultan Accounting and Tax.
    4. koleksi buku semakin banyak, sekarang jadi termotivasi buat bikin Taman Baca Masyarakat…….
    5. Pada akhir bulan ini  Gajiku naik sekitar 40% jadi Alhamdulillah bisa buat beli Notebook….
    6. Tanggal 1 Agustus 2011 aku dapat Gaji pertama ku dari Bazis Walkot Jakbar, terus aku beliin kakekku sepasang batik rencananya sih buat di pake pas lebaran tapi Allah punya rencana lain yang terbaik buat beliau, tepat pada tanggal 2 Agustus 2011 pukul 09.27 WIB kakek menghembuskan nafas terakhir tepat di lenganku. Begitu baiknya Allah SWT kepadaku aku diberikan kesempatan buat menemani Alm. Kakek di penghujung usianya, padahal paginya aku hendak berangkat ke Walikota Jakarta Barat buat melaksanakan tugas di BAZIS, tapi kakek yang pukul 05.40 masih sehat wal’afiat melarangku berangkat karena beliau merasa akan di panggil hari itu. Subhanallah, seumpamanya waktu itu aku tidak menuruti apa yang kakek perintahkan mungkin obrolan pagi dan seduhan kopi yang kubuat adalah kenangan terakhir….
    Terima kasih ya Allah atas kehendak baik-Mu atas semua ini. Love you Grandpa….
      
    7. kalau yang satu ini aku masih dalam proses, perlahan tapi pasti aku bakal mewujudkannya untuk yang satu ini mohon do’a restunya……
    Menjelang detik – detik pergantian tahun Saya “Hadi’ah Turrohmah” dan segenap keluarga Absariyanto mengucapkan
    ” SELAMAT TAHUN BARU 2012 “
    SMILE – it makes You look nice!
    PRAY –  it makes You look Strongger!
    GIVE – it makes You look Richer!
    LOVE – it makes You lookKnow Life!
    HAPPY NEW YEAR 2012
    Re-Posting from My Another Blog
    hadiahcp.co.cc
    My Facebook
    Hadiah Turrohmah
    My Twitter
    @hadiahcp

    Uncategorized

    Tinggalkan komentar »

    Nov 12

    Hariiee Geniee ngak PEKA lingkungan???

    Kenapa harus ada orang sombong di dunia ini? Secara ini tahun 2011 yang menjelang ke tahun 2012, dimana Blackberry udah jadi konsumsi massal (apa hubungannya??) masih aja ada orang SOMBONG, BELAGU, AROGAN…. AAAaaaaarrrrgggghhhhhhh

    Kalo dalam kamus hidupku “ORANG SOMBONG DILARANG BERGAUL”
    orang kayak gini udah ngak semestinya ada dilingkungan publik, karena dalam mencemarkan paru – paru lepek, serangan jantung berjama’ah, dan jadi konglomerat darah tinggi (terkuras emosi).

    CONTOH ORANG SOMBONG

     
    1. Ngak Mau berbagi tempat di Bus Transjakarta
    Kalo kite naik bus transjakarta di kala padat penumpang pasti kita bakal kesusahan buat bergerak jangankan melangkah kedepan, sekedar gerak ke samping aja “ORA ISO”. emang sih itu dilema yang harus diterima oleh rakyat jelatah yang menginginkan kiendaraan murah meriah nunggunya lamaaaa…..
    dan DERITA loe ngak’ cuma sampai disitu, belum lagi kalo dalam bus yang loe tumpangi nyempil satu makhluk SOMBONG yang sok kaya yang ngak’ mau kesenggol ngak mau kecolek dan ngak mau ngalah sama nenek/kakek ataupun orang hamil…..
    belum lagi kalo mau masuk ke dalem bus, waduh kebringasan para penumpang udah nyaingin kebringsan singa yang belum makan 1 tahun masuk ke bus transjakarta aja udah kayak mau menerkam mangsa….
     
    2. Ngerokok dalam Angkot
     
    Nah, kalo ngerokok di dalam Angkot adalah salah satu kesombongan para jawara taun kebenen DON’T TRY at ANGKOT
    padahal terkadang ada peringatan/sign DILARANG MEROKOK,
    apa karena ini pake bahasa inggriss trus rokoknya lebih mirip tiang listrik yang roboh makanya mereka nga’ ngirauin tanda ini???
    Terus kalo ada orang yang udah menderita banget karena kena asma dan hampir bengek karena asap rokok yang bebas lepas ngebul didalam angkot yang untuk nafas aja harus saingan sama orang lain, sang pemuja rokok nga’ bakalan matiin rokoknya sebelum kita tegur. Orang yang nga’ punya hati macam ini yang wajib di musnahkan….
    2. KALAU DITANYA NGA’ MAU JAWAB
     
    kalo ini Gue ada pengalaman pribadi dimana rekan sekantor gue yang notabenenya anak baru, sudah berbuat yang TIDAK seharusnya